KARO, InfoParlemen.com – Mayarakat Desa Ajijulu, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara melaksanakan pengisian anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Losd Desa Ajijulu, Senin (23/8/2021).
Dalam pengisian BPD Ajijulu yang berdasarkan keterwakilan wilayah dan perempuan ini, masyarakat telah melakukan pemilihan. Dari 13 calon BPD yang menjadi peserta, inilah nama-nama anggota BPD Ajijulu yang terpilih, yaitu Tekwasi Sinuhaji, Predi Ginting, Nety Herawati Br Sembiring, Boi Samso Sembiring, Dore Perangin-angin, Griasella Br Tarigan.
Dari tujuh anggota BPD Ajijulu yang dipilih, baru enam nama yang tercatat, sedangkan satu orang lagi masih dalam proses di wilayah 3 karena peserta meraih suara yang sama.

Pantauan media di lapangan, dari 13 calon BPD, suara terbanyak diraih oleh Tekwasi Sinuhaji dengan 73 suara, kemudian disusul oleh Predi Ginting di urutan kedua, dan disusul Nety Herawati Br Sembiring pada urutan ketiga. Untuk keterwakilan perempuan diduduki oleh Griasella Br Tarigan.
Dari tujuh BPD Ajijulu ini, secara proporsional mewakili keterwakilan tiga wilayah dan perempuan, yaitu masing-masing 2 orang untuk Wilayah 1, 2 dan 3, serta 1 orang mewakili perempuan.
Pemilihan BPD yang diikuti 13 peserta ini terdiri dari 2 orang dari perwakilan perempuan dan 11 orang dari keterwakilan wilayah. Para calon BPD ini adalah masyarakat Desa Ajijulu dan beprofesi sebagai petani yang punya semangat besar memajukan desanya .

Ketua Panitia Pelaksanaan Pemilihan BPD Ajijulu Josep Sinuhaji di sela-sela pemilihan menyampaikan kepada media, pelaksanaa pemilihan ini diharapkan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Dan siapa pun yang kalah itu adalah bentuk azas demokrasi yang kita anut, dan harus siap dengan lapang dada menerima hasil pemilihan ini,” ujarnya.
Sedangkan Kepala Desa Ajijulu Matius Perangin-angin menyampaikan, “Kita harapkan BPD yang terpilih,bisa bekerja dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi pada pemerintah. Tentunya tetap berjalan dengan ketentuan yang berlaku.” (Penulis: Tekwasi/Editor: Mbayak Ginting)



