BANDUNG BARAT, INFOPARLEMEN.COM – Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat melaksanakan kunjungan kerja ke UPTD Balai Pengembangan Ternak Sapi Perah dan Hijauan Makanan Ternak Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (07/09/2021). Kunjungan kerja ini dalam rangka Evaluasi Program dan Kegiatan APBD Tahun 2021 dan Rencana APBD Tahun Anggaran 2022.
Anggota Komisi II Faizal Hafan menyampaikan, anggaran Balai Pengembangan Ternak Sapi Perah dan Hijauan Makanan Ternak Cikole ini juga mengalami refocusing sebagai dampak pandemi Covid-19.
Faizal mengungkapkan, terjadi ketidaksamaan pemotongan anggaran pada program yang menyangkut pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19 pada UPTD Balai Pengembangan Ternak Sapi Perah dan Hijauan Makanan Ternak Cikole yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan dirasa penting dibandingkan dengan dinas lain.
“Harusnya mungkin kita melihat dinas yang memang bersentuhan dengan masyarakat pada masa pandemi, salah satu dinas ataupun bagian sektor yang sebenarnya bertahan pada kondisi pandemi tapi justru pemotongan anggarannyan jadi sama rata, kita tidak setuju,” kata Faizal di Cikole, Selasa (7/9/2021).
Faizal menyebutkan, seharusnya untuk kaitan dengan pembangkitan perekonomian serta untuk meningkatkan taraf dari pada kesehatan masyarakat dengan makanan yang bergizi, adanya hewan yang bagus dirasa tidak terpenuhi, padahal ini momen yang tepat untuk bisa ditingkatkan.
Lanjut Faizal, pihaknya akan fokus pada data yang telah diterima dan akan menyampaikan rekomendasi Komisi II dalam pembahasan anggaran. “Jadi tadi kita fokusnya adalah meminta semua bahan yang ada di sini untuk menyampaikan pengajuan atau pun hal-hal yang hilang. Komisi II akan menyampaikannya pada saat rapat pembahasan anggaran,” jelas Faizal dari Fraksi PKS ini.
Faizal juga menjelaskan terkait dengan masalah tenaga kerja atau tenaga harian lepas yang mengalami pergantian dan belum pastinya tenaga penggantinya yang bisa memahami dan berdaptasi dengan cepat dalam bekerja.
“Kaitan dengan tenaga kerja yang hilang itu banyak di sini. Seperti dokter hewan dan tenaga teknis laboratorium. Kalau mereka tadinya sudah belajar panjang, kemudian itu semua diberikan dengan orang yang baru dapat bertambah sulit. Makanya salah satunya adalah mempekerjakn orang-orang yang memang bekerja lama di sini,” tegasnya. (Bill)



