KUNINGAN, INFOPARLEMEN.COM – Komisi V DPR RI melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik ke Bendungan Kuningan, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Rabu (9/9/2021). Kunjungan Komisi V ini dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI Arwani Thomafi selaku ketua rombongan.
Arwani Thomafi mengatakan, Komisi V DPR sebagai komisi yang memiliki fungsi pengawasan dan anggaran berharap pembangunan Bendungan Kuningan yang menghabiskan anggaran sekitar Rp500 milyar tersebut, dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Kabupaten Kuningan dan sekitarnya.
“Saya mengapresiasi pembangunan Bendungan Kuningan ini. Semoga keberadaan Bendungan Kuningan, bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Kuningan maupun luar Kabupaten Kuningan,” ungkap Arwani dari Fraksi PPP ini. Dalam kunjungan Komisi V tersebut, dilaksanakan serah terima cinderamata, dilanjutkan dengan peninjauan area bendungan.

Wakil Bupati Kuningan H M Ridho Suganda ikut mendampingi Kunker Komisi V ke Bendungan Kuningan. Dalam kunjungan tersebut hadir Kabag Umum BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dirjen Pengairan Kementerian PUPR, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Kuningan, dan sejumlah undangan lainnya.
Ridho Suganda mengatakan kepada Komisi V DPR, Bendungan Kuningan yang dibangun sejak tahun 2014 telah rampung pembangunannya dan operasionalnya telah diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada Selasa 31 Agustus 2021 minggu lalu.
Wabup juga menyampaikan, Bendungan Kuningan yang memilki luas 302,26 Ha, dapat menampung volume air sebanyak 25,955 juta m³. Bendungan ini akan dimanfaatkan sebagai sumber pengairan area pertanian di Kabupaten Kuningan dan sekitarnya, termasuk Kabupaten Brebes.

“Selain sebagai sumber pengairan pertanian, Bendungan Kuningan juga diharapkan bisa menjadi icon wisata air baru di Kabupaten Kuningan,” ucapnya.
Sedangkan Kabag Umum BBWS Cimanuk-Cisanggarung Teguh Widodo mengatakan, selain memberikan manfaat di sektor pertanian, keberadaan Bendungan Kuningan dapat memberikan manfaat lain kepada masyarakat. Di antaranya, sebagai Irigasi 3000 Ha (D.I Cileuweung 1.000 Ha dan D.I Cijangkelok 2.000 Ha), pengendali banjir, menghasilkan air baku 300 Liter/detik, serta dapat menghasilkan potensi tenaga listrik 500 KW. (Inpar)



