SUBANG, INFOPARLEMEN.COM – Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat mengunjungi Satuan Pelayanan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman dan Hortikultura Wilayah III Kabupaten Subang dalam rangka evaluasi program dan kegiatan Tahun Anggaran (TA) 2021 dan rencana TA 2022, Senin (20/09/21).
Komisi II menyoroti masih minimnya informasi terkait variasi bibit benih unggul kepada para petani sehingga membuat kualitas hasil produk petani tidak berkembang dan banyak mengalami persoalan.
Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat Faizal Hafan mengatakan, menjaga variasi jenis benih sangat diperlukan oleh para petani di Jawa Barat, karena Jawa Barat terkenal sebagai lumbung pada nasional.
“Kita melihat kondisi ini, bahwa menjaga variasi sangat diperlukan karena ciri khas dari masyarakat Indonesia. Artinya kalau mungkin ini bisa dikelola dengan baik, bibitnya dan pertumbuhan padi serta kualitas kan lebih terjamin,” ucap Faizal di Kabupaten Subang.
Komisi II berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat memberi dukungan terkait sarana dan prasarana dalam proses penelitian dan sertifikasi untuk menghasilkan benih unggul yang berkualitas.
“Ini perlu didukung dengan sarana yang paling penting yaitu laboratorium. Nah kita selama ini hasilnya masih sangat minim pada proses pelaksanaannya sehingga banyak dikerjakan secara manual,” ucapnya.
Faizal mengungkapkan, wilayah Subang, Majalengka, dan Indramayu itu masuk dalam kategori lumbung padi Jawa Barat, namun tidak ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai.
“Karena Subang, Majalengka dan Indramayu itu kategori masuk lumbung padi Jawa Barat, yang berada di wilayah sini setidak-tidaknya harus tercermin. Ada tujuh lumbung padi kemudian ada petani juara di situ, tapi tidak ditunjang sarana prasarananya,” ujarnya. (Bill)



