Kementerian PUPR Bangun Sodetan Cisangkuy, Kurangi Banjir Dayeuhkolot

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau Sodetan Cisangkuy yang dibangun Kementerian PUPR sebagai salah satu infrastruktur pengendali banjir Bandung selatan. (Foto: Hms Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau Sodetan Cisangkuy yang dibangun Kementerian PUPR sebagai salah satu infrastruktur pengendali banjir Bandung selatan. (Foto: Hms Jabar)

BANDUNG, INFOPARLEMEN.COM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun Sodetan Cisangkuy sepanjang 1,7 kilometer. Aliran sungai dibelokkan menjauhi permukiman warga yang kemudian akan bertemu dengan Sungai Citarum. Sodetan ini melengkapi pembangunan kolam retensi Cieunteung dan Andir yang ditargetkan selesai akhir tahun ini.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau sodetan atau jalan banjir Cisangkuy yang dibangun Kementerian PUPR sebagai salah satu infrastruktur pengendali banjir Bandung selatan. Tinjauan lapangan ini untuk memastikan penanganan banjir terus dilakukan.

Kunjungan Gubernur ke sodetan Cisangkuy sekaligus juga untuk persiapan rencana kunjungan lapangan Presiden Joko Widodo ke Sungai Citarum dalam waktu dekat. Gubernur mengatakan, Presiden ingin melihat langsung perkembangan penanganan Sungai Citarum yang saat ini sudah dikategorikan cemar ringan.

“Rencana Presiden ingin melihat kemajuan Citarum dari berbagai apsek karena di Glasglow kita mendapat kehormatan melaporkan ke dunia bahwa Citarum sudah tidak lagi sungai terkotor sedunia, tapi sudah jauh lebih baik dan bersih,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Gubernur mengatakan sodetan Cisangkuy mampu mengurangi luasan banjir menjadi kini 70 hektare dari sebelumnya 370 hektare. “Ini bisa mengurangi yang biasanya 370 hektar di Dayeuhkolot, insyaallah tahun depan sudah berkurang tinggal 70-an hektare,” kata Ridwan Kamil di Kabupaten Bandung, Senin (22/11/2021).

“Mudah-mudahan berita baik hadir di wilayah yang biasanya tergenang,” ujar Gubernur.

Dalam kunjungannya itu, Gubernur sempat bertanya kepada warga dan mendapat keterangan bahwa saat ini ketinggian banjir sudah mulai berkurang dan cepat surut.

“Tadi saya wawancara warga, biasanya dulu banjirnya lama dan tinggi sekarang sudah jarang lagi. Alhamdulillah mudah-mudahan sampai akhir musim hujan kita bisa mengendalikan,” ungkapnya.

Kendati Bandung selatan belum bisa 100 persen bebas banjir, namun upaya pengurangan banjir terus dilakukan. Gubernur menyebut persoalan banjir tak hanya disebabkan oleh air melimpah saat musim hujan.

“Kita belum bisa bilang 100 persen bebas banjir karena itu menurut saya takabur. Fenomena air ini tidak melulu apa yang kita lihat sehari-hari, tapi ada yang mempengaruhi seperti global warming,” kata Gubernur. (Gin Su)

Pos terkait