KARO, INFOPARLEMEN.COM – Warga korban erupsi Gunung Sinabung dari Desa Sigarang-garang, Suka Nalu, Mardingding, dan Dusun Lau Kawar menggeruduk kantor DPRD Kabupaten Karo dengan menggelar demonstrasi di DPRD Karo, Kabanjahe, Kamis (09/12/2021).
Dalam demonstrasi ini, ratusan warga korban erupsi Gunung Sinabung menuntut lahan usaha tani (LUT) yang sampai saat ini tak kunjung jelas arahnya. Warga dari tiga desa dan satu dusun ini kapan mereka bisa menerima LUT tersebut.
“Kami menuntut Pemkab Karo segera memberikan keputusan tentang lahan usaha tani yang sampai saat ini tidak ada kejelasan. Jika tidak, kami tidak akan pulang dan akan menggelar dapur umum di halaman kantor dewan,” ujar salah seorang wanita dalam aksi demonstrasi tersebut.

Pantauan media di lapangan, para pendemo seakan tidak sabar lagi menanti keputusan atas tuntutan mereka. Mereka sudah mulai mencoba masuk ke kantor wakil rakyat tersebut.
Meski demikian, Forkopimda belum bisa memberikan keputusan tuntutan para pendemo.
Para pendemo berharap kasus ini segera diselesaikan. “Karena ini masalah hajat untuk hidup kami. Untuk anak sekolah dan tempat kami mencari makan. Bagaimana nasip kami ke depan kalo tidak ada kejelasan,” ujar Beru Karo, salah seorang pendemo dari Suka Nalu.

Sementara Bupati Karo Cory Srywaty Sebayang menyampaikan, dalam 6 bulan ini Pemkab Karo akan mengupayakan lahan usaha tani bagi pengungsi. “Selanjutnya untuk sewa lahan dan sewa rumah akan kita bayarkan sampai bulan Desember tahun ini,” kata Bupati kepada warga korban erupsi Gunung Sinabung dari Desa Sigarang-garang, Suka Nalu, Mardingding, dan Dusun Lau Kawar.
Terkait dengan LUT yang akan dibagikan itu, menurut informasinya, lahan itu ada masalah dengan Desa Pertibi Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Mereka mengklaim lokasi tanah yang akan dibagikan itu adalah tanah ulayat mereka. (Penulis: Tekwasi/Editor: Mbayak Ginting)



