World Water Day! Ketua Komisi IV: Ada Perilaku Abai Dengan Kelestarian Sumber Daya Air

Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat menghadiri Pencanangan Penataan dan Revitalisasi Situ Gede di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Selasa, (22/3/2022). (Foto: Humas DPRD Jabar)

KOTA TASIKMALAYA, INFOPARLEMEN.COM – Hari Air Dunia (World Water Day) yang diperingati setiap tanggal 22 Maret mengusung tema “Air Tanah – Membuat yang Tak Terlihat Terlihat” atau Groundwater: Making The Invisible Visible.

Terkait Hari Air Dunia ini, Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat menghadiri undangan Dinas Sumber Daya Air Jawa Barat dalam rangka Peringatan Hari Air Dunia ke-30 Tahun 2022 Tingkat Provinsi Jawa Barat di Situ Gede, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Selasa (22/03/2022).

Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat Tetep Abdulatip mengatakan, kondisi air saat ini harus lebih diperhatikan. Karena menurutnya, Tuhan menciptakan segala sesuatunya berasal dari air

“Sebetulnya, seharusnya kita ini memberi perhatian terhadap kondisi air, air adalah sumber kehidupan. Kalau di dalam al quran disebutkan bahwa Allah swt menciptakan segala sesuatu dari air dan banyak ayat-ayat tentang air,” kata Tetep di sela kegiatan Pencanangan Penataan dan Revitalisasi Situ Gede di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Selasa, (22/3/2022).

Bacaan Lainnya
Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat menghadiri undangan Dinas Sumber Daya Air Jawa Barat dalam rangka Peringatan Hari Air Dunia ke-30 Tahun 2022 Tingkat Provinsi Jawa Barat di Situ Gede, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Selasa (22/03/2022). (Foto: Humas DPRD Jabar)

Menurut Tetep, kondisi saat ini, masyarakat sangat ketergantungan dengan air. Namun demikian, masyarakat sendiri dinilai tidak begitu peduli dengan air sehingga air itu dicemari.

“Kita juga membaca realitas memang tingkat ketergantungan kita manusia pada air itu sangat luar biasa. Namun hari ini, ada perilaku kita yang agak abai terkait dengan kelestarian sumber daya air, sehingga banyak sumber-sumber air yang dulu menjadi sumber utama tapi kemudian bukan hanya tercemar tetapi hilang dan berkurang,” ungkapnya.

Tetep menambahkan, pada peringatan HAD kali ini, dirinya berharap agar masyarakat dapat lebih  peduli dengan air. Dengan begitu, kita bersama juga merawat alam yang kita tempati sekarang.

“Karena itu pada peringatan hari air sedunia ini mudah-mudahan kita kembali membangun kesadaran bersama bahwa memang kita harus merawat air. Jika kita merawat air, sesungguhnya kita merawat alam. Karena kita tidak dapat merawat air tanpa merawat alam, karena air itu bersumber dari keseimbangan berjalannya sistem alam,” tegasnya. (Gin Su)

Pos terkait