Bandung, Infoparlemen.com – Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Jawa Barat Dr. H. Dodi Sukmayana, SE., MM. meminta aparatur sipil negara (ASN) di Bagian Umum terus meningkatakan pengetahuan dan kemampuan karena regulasi terus berubah.
“Makanya kemarin saya tekankan kepada kepegawaian di Bagian Umum agar meningkatkan pengetahuan dan kemampuanya karena regulasi cepat berubah,” ungkap Dodi kepada Infoparlemen.com, Rabu (23/08/2023).
Menurut Dodi, para ASN kepegawaian di Bagian Umum Sekretariat DPRD Jawa Barat ke depan itu bukan hanya sebatas kepegawaian, tapi juga staf yang ditugaskan sebagai konseling bagi semua pegawai.
“Jadi dia bisa memberikan nasehat, dia bisa memberikan arahan, dia bisa memberikan pembinaan termasuk pengendaliaan tapi dengan proses-proses konseling,” tegas Dodi yang juga dosen Pasca Sarjana Universitas Winaya Mukti.
Ia menegaskan, ASN yang terkait dengan kepegawaian, tidak ambigu, tidak diam, tapi dia itu harus menjadi seorang konselor. “Jadi dia memberikan arahan, membina, memotivasi, semuanya,” paparnya.
Dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ini, Dodi juga menekankan pentingnya seorang ASN mengikuti kegiatan apel pagi. Apel pagi itu adalah sebuah kewajiban bagi semua pegawai dan sebagai persiapan pelaksanaan tugas. “Jadi kita tahu ni kekuatan pegawai yang ada,” ujarnya.
Dodi menjelaskan, filosopi apel pagi bagi ASN adalah sebagai bentuk kesiapan dan sekaligus sebagai media informasi. Jadi informasi penting itu biasa disampaikan pada apel pagi.
“Makanya perlu pada saat apel pagi informasi-informasi yang memang menjadi isu-isu krusial saat itu atau tematik. Biar saat mereka masuk ke masyarakat harus jelaskan itu, oh bukan begitu tapi begini. Karena secara tidak langsung itu adalah memberikan informasi kepada masyarakat. Jadi mereka itu harus paham semua bidang yang terkait dengan pemerintah,” tegas Dodi.
“Contoh misalkan apa sih misi Jawa Barat? Mereka harus bisa jawab. Karena mereka itu ada di bagian pemerintahan. Jadi dia harus bisa jawab. Jangan sampai mereka bingung. Makanya Kemarin saya tekankan kemampuan. Kenapa? Ke depan tantangan lebih berat. Apalagi tahun politik,” ujarnya.
Lanjut Dodi, sebetulnya peningkatan kemampuan tidak harus melalui bimbingan teknis. Seorang kepala bagian itu seorang pimpinan dan juga sebagai mentor, berikan transfer pengetahuan kepada bawahannya. Sesama staf transfer ilmunya kepada rekannya. “Misalkan di sini ada pekerjaan bersifat administrasi, untuk pembuatan dokumen pengadaan. Dia tidak harus terus, tapi bisa diajarkan ke rekannya. Jadi itulah yang namanya transfer knowledge,” jelasnya dengan penuh semangat. (Ginsu)



