Penampilan Teatrikal New Reform Memukau Moria Mamre GBKP Bandung Timur

Kelahiran Yesus Kristus di kandang domba. (Foto: Setia Hawa)

Bandung, Infoparlemen.com – Penampilan Teatrikal New Reform yang dinanti-nantikan akhirnya berhasil memukau Moria dan Mamre Runggun GBKP Bandung Timur di acara Natal Moria dan Mamre Runggun GBKP Bandung Timur di Gereja GBKP Runggun Bandung Timur, Minggu (10/12/2023).

Suara tawa Moria dan Mamre GBKP Bandung Timur terus menggema di dalam gedung Gereja GBKP Runggun Bandung Timur sepanjang pertunjukan Teatrikal ini berlangsung.

Tarian KAKR GBKP Bandung Timur yang tampil sebelum aksi teatrikal dimulai, berhasil memesona ratusan peserta Natal Moria dan Mamre GBKP Bandung Timur.

Bacaan Lainnya

Pendeta Anton Keliat, S.Th., M.A.P. (Foto: Setia Hawa)

Penampilan Teatrikal New Reform yang dimulai pada pukul 18.00 WIB dipandu oleh Pendeta Anton Keliat, S.Th., M.A.P. dengan membacakan narasi, kemudian diikuti oleh aksi teatrikal artis pemeran dan tayangan video yang terkait dengan cerita teatrikal.

Video karya penciptaan dunia dan segala isinya ditayangkan pertama untuk menerangkan kepada jemaat tentang karya ciptaan Tuhan. Setelah tayangan video selesai, teatrikal pertama diperankan Adam dan Hawa yang berada di Taman Eden. Tokoh Adam ini diperankan oleh Pertua Hapri M Tarigan (Bapa Daniel) dan Hawa oleh Leoni Anastasia Ninta br Sembiring Meliala  (Nande Daniel).

Dalam teatrikal ini, Sang Ular yang diperankan oleh Pertua Emeritus Sakeus Tarigan (Bapa Prida) berhasil mempengaruhi Hawa sehingga memakan buah yang ada di Taman Eden. Hawa kemudian memberikan buah itu kepada Adam dan ikut memakan buahnya. Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa karena tergoda memakan buah yang dilarang Tuhan itu.    

Hawa memberikan buah kepada Adam. (Foto: Setia Hawa)

Kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa membuat semua manusia berdosa. Dalam teatrikal ini ditampilkan beberapa contoh kehidupan manusia yang berdosa seperti penjudi online, pemabuk, ibu-ibu konsumstif, dan bapak-bapak yang tidak setia.

Penjudi online yang diperankan Andi Ginting (Bapa Barnes) dengan gaya khasnya berhasil membuat ratusan penonton tertawa. Diiringi musik disko malam, penjudi online yang menggunakan smart phone ini menunjukkan betapa serunya dunia judi online. Judi ini digambarkan sebagai sebuah perbuatan dosa yang kerap menghampiri kehidupan manusia sehingga tidak layak dilakukan oleh Mamre atau pun Moria.

Penjudi online yang diperankan Andi Ginting. (Foto: Setia Hawa)

Tawa penonton juga kembali pecah dengan tingkah Pemabuk yang diperankan oleh Riski Sembiring (Bapa Salsalina). Dengan jurus mabuknya ala Kungfu Jackie Chan, pemabuk ini berjalan sempoyongan sambil menenggak minum keras dengan diiringi musik klub malam. Pemabuk ini juga digambarkan sebagai perbuatan yang berdosa sehingga tidak pantas ditiru atau dipraktekkan oleh Moria atau pun Mamre.

Pemabuk diperankan oleh Riski Sembiring. (Foto: Setia Hawa)

Tidak hanya penjudi online dan pemabuk, contoh perbuatan dosa yang lain juga diperankan oleh ibu-ibu yang konsumtif baik produk makanan, pakaian, dan lainnya. Ibu Konsumtif ini diperankan oleh Susana br Perangin-angin (Nande Gery Tarigan). Berkacamata hitam dan tentengan barang belanjaan, Ibu Konsumtif ini berlenggak lenggok menunjukkan tentang gaya hidupnya yang glamor. Gaya hidup yang mewah dan boros dipertontonkan Ibu Konsumtif ini mengundang sorak dan tawa penonton. Gaya hidup konsumtif ini juga tidak pantas dilakukan Moria dan Mamre.

Ibu Konsumtif ini diperankan oleh Susana br Perangin-angin. (Foto: Setia Hawa)

Gaya hidup Bapak-bapak yang tidak setia juga menjadi gambaran dosa yang ditampilkan dalam teatrikal ini. Tokoh Bapak yang tidak setia ini diperankan oleh Dalan Sabar Sitepu (Bapa Andre). Dalam aksinya berkaca mata hitam dan pakaian yang parlente,  juga memecahkan tawa para penonton. Gaya hidup Bapak-bapak yang tidak setia ini ditampilkan agar Moria dan Mamre memiliki gaya hidup yang setia.

Bapak-bapak tidak setia diperankan oleh Dalan Sabar Sitepu. (Foto: Setia Hawa)

Perbuatan dosa yang lain juga diperankan oleh dua orang penganut okultisme yaitu Krista br Barus (Nande Boy) dan Rosdiana br Sirait (Nande Ika). Dengan mengenakan pakaian ala dukun, para penganut okultisme ini membawa mangkok berisi air. Dengan diiringi alunan musik seluk khas Karo, penganut okultisme ini pun berjalan sambil menari dengan memercikkan air kepada penononton.

Penganut Okultisme diperankan Krista br Barus. (Foto: Mbayak Ginting)

Para Moria dan Mamre pun beraksi dengan bersorak dan tertawa melihat tingkah penganut okultisme ini berjingkrak di hadapan penonton. Sesekali sorotan mata yang tajam dan seram juga ditampilkan  penganut okultisme sehingga menambah seru bagi para penonton.

Penganut Okultisme diperankan Rosdiana br Sirait. (Foto: Mbayak Ginting)

Kehidupan manusia yang banyak tertimpa bencana juga ditampilkan dalam teatrikal ini. Salah satunya bencana erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo yang menimbulkan korban baik harta maupun jiwa. Salah satu korban  erupsi Gunung Sinabung diperankan oleh Lunawati br Sembiring Gurukinayan. Dia menyampaikan kisah dan harapan hidupnya kepada Tuhan dengan bernyanyi khas Karo, erdoah didong. Dalam lantunan doah didong dengan rengget Karo yang khas ini membuat suasana yang tadi riang gembira menjadi sedikit hening. Apresiasi dan tepuk tangan pun menggema ketika lantunan suara erdoah didong ini berakhir.

          

Korban  erupsi Gunung Sinabung diperankan oleh Lunawati br Sembiring Gurukinayan. (Foto: Setia Hawa)

Kehidupan manusia saat ini yang rentan jatuh ke dalam dosa, maka di teatrikal Natal Moria Mamre GBKP Bandung Timur ini, ditampilkan bagaimana kelahiran Yesus Kristus sang jurus selamat melalui tokoh Yusuf dan Maria. Berbalut kain penutup kepala, Yusuf dengan penuh kasih sayang menuntun Maria yang sedang mengandung.

Yusuf dan Maria. (Foto: Setia Hawa)

”Muas kal aku Suf (Haus sekali saya Suf-red), ” kata Maria dengan dialeg Bahasa Karo yang khas membuat ratusan penonton kembali bersorak dan tertawa. Yusuf pun memenuhi semua permintaan Maria. Dalam perjalanannya, Yusuf dan Maria menemukan kandang domba sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus sang juru selamat. Tokoh Yusuf ini diperankan oleh Elieser Sembiring Meliala (Bapa Rafael) dan Heralita Novani br Singarimbun (Nande Rafael).

Penggembala melihat kelahiran Yesus Kristus. (Foto: Setia Hawa)

Penggembala dan Malaikat. (Foto: Setia Hawa)

Sang Penggembala yang diperankan oleh Agensi Karo Sekali (Bapa Hebrew), Batu Tarigan (Bapa Adriel), Wira Tarigan (Bapa Shema), Ery Dhana Ginting (Bapa Joice), dan Perlindungen Kembaren (Bapa Gracio) mendengar kabar bahwa Yesus Kristus sang Juru Selamat telah dari Malaikat yang diperankan oleh Markurius Sembiring Gurukinayan (Bapa Gadiel). Para penggembala ini pun mendatangi tempat kelahiran Yesus Kristus dan menyaksikannya.

Guru Timur. (Foto: Setia Hawa)

Kabar kelahiran Yesus Kristus ini juga sampai di Guru Timur dengan mengikuti bintang di langit. Setelah bertemu Raja Herodes, para Guru Timur ini pun akhirnya berjasil bertemu Yesus Kristus. Guru Timur ini diperankan oleh Nelson Ginting (Bapa Giputra), Josep Sembiring Meliala (Bapa Christy) dan Daftar Sembiring Muham (Bapa Edi).

Raja Herodes bersama Guru Timur dan Guru Agama Jahudi. (Foto: Mbayak Ginting)

Raja Herodes yang diperankan Ferry Sagala (Bapa Bella) pun tidak senang mendengar kabar Yesus Kristus. Ia kemudian menyuruh dua oran pengawalnya yang diperankan Swendy Sembiring dan Fenansius Tarigan Tua (Bapa Jordy) untuk memanggil Guru Agama Jahudi yang diperankan oleh Efransius Ginting (Bapa Lia), Alfred Masana Sembiring (Bapa Anand), Josua Sembiring (Bapa Keisia), dan Robert Pangaribuan (Bapa Amay).

Raja Herodes bersama Guru Timur dan Guru Agama Jahudi. (Foto: Mbayak Ginting)

Kepada Guru Agama Jahudi, Raja Herodes menanyakan kebenaran tentang kelahiran Yesus Kristus. Setelah mendapat informasi tentang kelahiran Yesus Kristus tersebut, Raja Herodes pun memerintahkan pengawalnya untuk membunuh semua bayi yang ada di Betlehem. Aksi teatrikal ini pun berakhir dan dilanjutkan dengan penayangan video penyaliban Tuhan Yesus Kristus.

Penampilan tarian KAKR GBKP Bandung Timur. (Foto: Mbayak Ginting)

Selama penampilan Teatrikal New Reform, Tim Paduan Suara GBKP Bandung Timur, Paduan Suara Moria dan Vokal Grup Mamre menyanyikan beberap lagu sehingga menambah khidmat suasana. Setelah penampilan Teatrikal New Reform di Natal Moria Mamre GBKP Bandung Timur selesai, acara dilanjutkan dengan varia Natal.

Dalam acara varia Natal ini ditampilkan tarian KAKR GBKP Bandung Timur, Tim Angklung GBKP Bandung Timur, dan Vokal Grup Dc23.     

Penampilan tarian KAKR GBKP Bandung Timur. (Foto: Mbayak Ginting)

Teatrikal New Reform ini disutradarai oleh Adv. Andreas Sitepu, S.E., S.H., Pendeta Anton Keliat, S.Th., M.A.P. dan Mayor (TNI) Agensi Karo Sekali. Para pemain Teatrikal New Reform didukung oleh Mamre dan Moria GBKP Bandung Timur.

Pendeta Anton Keliat, S.Th., M.A.P. menyampaikan, pementasan Natal Teaterikal ini dilaksanakan agar setiap jemaat mengenal secara audio-visual dengan konteks kekinian tentang kehidupan dan karya Yesus Kristus. “GBKP Bandung Timur dengan pola peribadahan Natal yang dikemas secara teaterikal ini bertujuan agar melibatkan dan mempererat hubungan emosional satu dengan lainnya,” unkap Pendeta Anton Keliat  yang juga Ketua BPMR GBKP Bandung Timur.

Sambutan BPMR GBKP Bandung Timur. (Foto: Setia Hawa)

Dalam penampilan Theatrikal New Reform ini, Adv. Andreas Sitepu  S.E., S.H. menjelaskan, pementasan kali ini benar-benar bentuk baru karena pementasan kelahiran Yesus Kristus tidak hanya berupa drama biasa, tetapi  drama yang dikemas dengan beberapa video yang dirangkai dengan narasi hingga menjadi  rangkaian cerita yang nenarik dan semakin menarik lagi dengan teknik pencahayaan serta dekorasi yang khusus.

Natal Moria Mamre GBKP Bandung Timur. (Foto: Mbayak Ginting)

Natal Moria Mamre GBKP Bandung Timur. (Foto: Istimewa)

“Di samping itu, cerita yang ingin disuguhkan pun tidak hanya sebatas kelahiran Yesus Krustus saja, tetapi diperluas sebelum dan sesudahnya hingga Gereja Bandung Timur berdiri sebagai buah amanat agung Yesus Kristus,” ungkap Andreas. (Penulis: Mbayak Ginting)    

Pos terkait