Ruang Terbuka Hijau di Gedung Sekretariat DPRD Jawa Barat Nyaman dan Asri

Bandung, Infoparlemen.com – Ruang terbuka hijau di gedung Sekretariat DPRD Jawa Barat membuat suasana nyaman dan asri.  “Frekuensi kerja di Setwan kan tinggi, harus melayani, harus apa gitu. Salah satu cara kita untuk tidak stres, tidak tertekan, nyaman, asri, ya kita tampilkan bentuk hijau- hijau. Orang stres itu  biasanya senang melihat air, ikan, jadi bersatu dengan alamlah,” kata Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Jawa Barat. Dr. H. Dodi Sukmayana, S.E., M.M. kepada Infoparlemen.com, Selasa (19/12/2023)

Dodi Sukmayana menjelaskan, pihaknya terus meningkatkan ruang terbuka hijau di lingkungan gedung DPRD Jawa Barat yang memiliki luas 10.000 m².

Dijelaskan Dodi, sesuai Peraturan Menteri Agraria tentang tata ruang, bahwa setiap organisasi itu baik privat ataupun public dalam rangka bentuk kepedulian terhadap lingkungan harus menyediakan  ruang terbuka hijau (RTH) minimal 20%.

“Kalau kita ibaratkan RTH itu di kantor kita (DPRD Jabar) yang memiliki  10.000 m²   kali  20%,  itu ada 2.000 m² itu harus hijau,” tegas Dodi yang juga dosen Pascasarjana Universitas Winayamukti.

Bacaan Lainnya

Peningkatan RTH ini, kata Dodi, salah satu cara untuk mengatasi stress akibat beban dan frekuensi kerja yang tinggi di lingkungan Sekretariat DPRD Jabar. “Menikmati taman terbuka hijau, suara gemericik air dan udara yang fresh karena tanaman-tanaman yang hijau dan berbunga,” ungkapnya.

 “Cuma di zaman sekarang yang namanya pohon, tanaman itu tidak segampang, tidak semurah kayak dahulu, relative mahal-mahal. Untuk menekan biaya itu, tidak mungkin juga anggaran kita untuk hijau-hijau semua. Kita pakai cara salah satunya, yaitu Aksi Cinta Hijau, setiap pegawai per dua minggu itu bawa kembang. Nanti kita akan buat khusus taman, Taman Hijau ASN,” ujarnya.

Dijelaskan Dodi, di gedung DPRD Jabar banyak space negatif. “Semua space negatif kita inventarisir. Karena apa, kemarin kita kerasa, kekurangan area hijau,  kita kekurangan air. Semula kita gak pernah kekurangan air. Biasanya kran PDAM kita tutup, kemarin kita buka. Terus pendistribusian air kita rubah keluar diperkecil, kita fokus di gedung, supaya tidak ada kekurangan air di gedung,” ungkapnya.

“Tetapi  kemarin kita cek,  alhamduliah ternyata ada sumur dalam di kita. Kita gak tahu ada sumur dalam, baru ketahuan kemarin ketika kita cek dokumen pembangunan gedung, ternyata kita punya sumur dalam. Sejak dibangun gedung, (sumur dalam) tidak difungsikan. Kemarin kita kerjasama dengan ESDM, kita cek sumur dalamnya dan sekarang kita sudah fungsikan lagi,” jelasnya. (GinSu)

Pos terkait