Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Lina Ruslinawati dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Hendar Darsono melakukan kunjungan kerja di GOR Desa Cibatu, Kabupaten Sukabumi. (Foto: Hms DPRD Jabar)
Kabupaten Sukabumi, Infoparlemen.com – Kepala Desa Cibatu Asep Ruhimat mengapresiasi kehadiran Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat yang menanggapi keluhan-keluhan masyarakat pengrajin industri logam Cibatu.
Asep mengatakan, ke depan pihaknya berharap agar keluhan masyarakat dapat segera terealisasi secepatnya. Sebab, Desa Cibatu sudah dikenal dengan penghasil kerajinan logam seperti golok dan peranti logam lainnya hingga ke mancanegara.
“Alhamdulillah dewan Komisi II merespons dengan baik dan akan segera menindaklanjuti atas apa yang menjadi harapan para pengerajin, semoga dapat direalisasikan secepatnya,” tegasnya.
Merespons keluhan pengerajin logam Cibatu, Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong Dinas Perdagangan Dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sukabumi untuk memperhatikan nasib para pengerajin industri logam Desa Cibatu.
Pasalnya, industri logam Desa Cibatu sudah ada sejak lama dan terkenal hingga ke mancanegara.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Lina Ruslinawati menyebutkan adanya kecemasan dari para pengrajin bahwa kerajinan logam akan punah.
Karena itu, kata Lina, Komisi II hadir dalam kontek agar pemerintah turun tangan untuk membantu dan mengembalikan kejayaan industri logam. Hal itu disinyalir karena kurangnya pembinaan dan perhatian dari pemerintah.
“Melalui Disperindag Kabupaten Sukabumi sedikitnya sudah ada titik terang dengan adanya bantuan permodalan dan pembinaan. Terlebih, para pengrajin saat ini sudah ditunjang dengan teknologi yang lebih canggih. Tentu dengan harapan bahwa kelangsungan sentra pengrajin industri logam Cibatu ini dapat dipertahankan,” ujar Lina di GOR Desa Cibatu, Kabupaten Sukabumi, Senin (8/1/2024).
Hal serupa diungkapkan anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Hendar Darsono. Menurutnya, sudah ada gambaran solusi apa yang menjadi harapan pengrajin logam Cibatu yakni menginginkan adanya permodalan, alat dan fasilitas lainnya.
Begitupun dari dinas sudah memberikan paparan program pembinaan pelayanan terhadap pengerajin, tinggal harmonisasi apa yang menjadi harapan pengerajin dengan program dinas.
“Tentunya saya berharap dengan adanya titik temu ini menjadi angin segar bagi para pengerajin yang sebelumnya sempat tersendat dalam komunikasi. Hal ini juga sebagian dari hasil aspirasi saat kegiatan reses yang kemudian disampaikan ke komisi agar segera ditindaklanjuti,” ucap Hendar.



