Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang menghadiri acara pembukaan Pesta Iman Anak dan Remaja (Piara) GBKP Tahun 2024 di Komplek Taman Jubileum 100 Tahun GBKP. (Foto: Diskominfo)
Karo, Infoparlemen.com – Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang menghadiri acara pembukaan Pesta Iman Anak dan Remaja (Piara) GBKP Tahun 2024 di Komplek Taman Jubileum 100 Tahun GBKP, Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Selasa (02/07/2024).
Mengusung tema “Being Faithful & Be Useful” (beriman dan berguna), Piara GBKP 2024 yang berlangsung mulai tanggal 1- 6 Juli 2024 diikuti oleh 13.653 anak dan remaja dan guru KAKR sebagai pendamping yang berasal dari seluruh Indonesia.

Pada acara ini, GBKP juga mendeklarasikan kebulatan tekad mewujudkan Gereja Ramah Anak dalam pelayanan yang dicanangkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati, SE., M.Si.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada GBKP yang telah menyelenggarakan kegiatan Piara ini.

“Tentu hari ini merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi saya bisa berada di tengah-tengah anak-anak hebat. Dan apresiasi setulus-tulusnya kami sampaikan kepada GBKP yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat strategis bagaimana kita memberikan pemenuhan hak dan perlindungan kepada anak-anak kita,” ucap Menteri PPPA.

“Sumberdaya yang paling berharga bagi suatu bangsa bukanlah tambang atau minyak bumi melainkan sumber daya manusia, makanya akan menjadi penting bagi kita untuk berinvestasi yang besar bagi anak-anak yang mengisi sepertiga dari populasi Indonesia yang nantinya merekalah pemegang tongkat estafet masa depan bangsa dan negara yang kita cintai,” tambahnya.

Senada dengan apa yang disampaikan Menteri PPPA RI, Pj. Gubernur Sumut, Dr. Drs. H. Agus Fatoni, M.Si dalam sambutannya yang pada kesempatan ini didampingi Pj. Bupati Deliserdang dan Bupati Karo mengapresiasi kegiatan Piara ini.
Menurut Agus Fatoni, Piara ini dapat memberikan bekal iman dan pembentukan karakter kepada anak-anak sebagai modal agar anak-anak bisa menjadi generasi penerus dan yang kelak akan menjadi generasi emas di masa yang akan datang.



