Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady.
Bandung, Infoparlemen.com – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady mendorong optimalisasi peran strategis Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang masih membutuhkan perhatian khusus.
Daddy menyampaikan, salah salah satu peluang mengoptimalisasikan BIJB Kertajati adalah tingginya arus keberangkatan haji dan umroh dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.
“Untuk mendukung keberangkatan haji dan umroh dari Jawa Barat dan Jawa Tengah melalui BIJB Kertajati, perlu pembangunan infrastruktur pendukung seperti penginapan di sekitar bandara, serta pengembangan ekosistem ekonomi,” kata Daddy dari Daerah Pemilihan Jawa Barat XII (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Indramayu kepada Infoparlemen.com, Rabu (21/05/2025).
Lanjut Daddy yang juga tokoh Partai Gerindra menjelaskan, BIJB Kertajati dibangun dengan investasi yang besar, sehingga harus ada upaya konkrit agar BIJB Kertajati berkembang.
Bandara yang terletak di Kabupaten Majalengka tersebut memang sungguh menarik. Betapa tidak, bandara tersebut akan berdampak sangat luas bagi kabupaten/kota di sekitarnya, termasuk bagi Provinsi Jawa Barat. BIJB Kertajati menjadi pintu masuk ke Provinsi Jawa Barat. Jadi, keberadaannya sangatlah strategis.
Hingga kini luas lahan yang sudah dibebaskan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat adalah 1.040 hektare. Jika melihat perencanaan awalnya, masih tersisa 760 hektare lagi yang harus dibebaskan.
Daddy menjelaskan,rencana awal BIJB Kertajati adalah 1.800 hektare. Di seputaran BIJB Kertajati juga disiapkan lahan seluas 3.200 hektare untuk Kawasan Aerocity Kertajati. Kawasan ini akan menjadi area penunjang yang akan melengkapi bandara berkelas internasional.
Pemprov Jabar telah memberikan dukungan aksesibilitas dengan memperbaiki dan memperlebar jalan arteri menuju bandara di Kabupaten Majalengka tersebut. Namun, itu saja masih tidak cukup. Aksesisbilitas masih harus diperkuat dengan jalan tol.
Peluang
Dengan jumlah penduduk hampir 50 juta jiwa, Provinsi Jawa Barat sudah merupakan pangsa pasar yang sangat potensial. Mayoritas penduduk Jabar adalah muslim. Dengan demikian, semangat menunaikan Rukun Islam kelima, yakni pergi haji, sangatlah besar.
Pergi haji memang memang hanya setahun sekali dan dibatasi pula dengan berbagai pertimbangan. Jangan lupa, masih ada sederet peluang lain yang tidak kalah banyak jumlahnya.
Karena kesulitan berhaji dan salah satunya karena antrean begitu lama, kaum muslimin kemudian cenderung memilih alternatif “haji kecil” yang disebut umrah. Ibadah ini bisa dilakukan relatif kapan saja. Dengan demikian, calon penumpang dengan kepentingan ini sangatlah banyak dan gelombangnya tiada henti sepanjang tahun.Lalu, ada pekerja migran Indonesia (PMI) yang jumlahnya juga tidak sedikit. Bukan hanya PMI asal Jawa Barat yang dapat menggunakan jasa BIJB Kertajati. Jamaah umrah maupun PMI dari wilayah terdekat, semisal Brebes maupun Tegal bisa jadi “terbang” via Kertajati.
Kemudian, mereka yang akan pergi berdinas, entah dari lembaga pemerintah maupun swasta juga tidak sedikit. Jadi, para pengusaha, wisatawan, pegawai negeri, anggota dewan, maupun masyarakat awam juga dapat memilih BIJB Kertajati sebagai alternatif tempat keberangkatan atau kepulangan perjalanannya.
Artinya, sangat banyak orang yang akan menggunakan jasa BIJB Kertajati. Dengan demikian, tidak tepat rasanya jika BIJB Kertajati dikatakan akan kekurangan penumpang.



