DPRD Jabar Dorong Penguatan Literasi Keuangan agar Masyarakat Paham Transaksi Digital

Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat KH. Tetep Abdulatif

Bandung, Infoparlemen.com – Selama september 2025 tercatat 6.957 scam di Jawa Barat. Ribuan warga Jawa Barat menjadi korban penipuan online, mulai dari investasi bodong, pinjol ilegal, hingga tautan palsu yang mencuri data pribadi. Hal ini menandakan betapa rawannya masyarakat terhadap jebakan digital.

Merespons kondisi tersebut, Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat (Jabar) KH. Tetep Abdulatif mendesak pemerintah untuk membekali masyarakat dengan kemampuan literasi digital.

“Pentingnya penguatan literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat. Pemerintah bisa juga aktif melakukan kampanye berkelanjutan agar masyarakat berhati-hati dalam menggunakan layanan keuangan berbasis digital dan sejenisnya,” kata Tetep di Bandung, Rabu (03/12/2025).

Bacaan Lainnya

Dijelaskan Tetap, penanganan tidak bisa sekadar menindak pelaku. Pemerintah perlu memperkuat literasi dan inklusi keuangan agar masyarakat paham cara bertransaksi digital yang aman.

“Namun literasi saja tidak cukup. Pemerintah juga perlu membuat aturan yang bisa benar-benar melindungi masyarakat,” tegasnya.

Untuk itu DPRD Jabar juga mendorong pemerintah untuk menyediakan program kredit formal yang mudah diakses masyarakat seperti kredit mesra. Pelatihan dan pendampingan bagi penerima kredit. Pengaktifan kembali satgas keuangan ilegal agar benar benar bekerja.

Scam bukan hanya soal uang yang hilang, tapi juga tentang kepercayaan yang rusak dan rasa aman yang hilang.

DPRD Jabar berkomitmen menghadirkan kebijakan yang melindungi masyarakat agar tetap aman, cerdas, dan berdaya di era digital.

Pos terkait