Rapat Paripurna Istimewa DPRD Jawa Barat (Jabar) dengan agenda memperingati Hari Jadi Jabar ke-81 digelar di Pasanggrahan Pancarasa Gedung Sate, Bandung. (Foto: Infoparlemen)
Kota Bandung, Infoparlemen – Rapat Paripurna Istimewa DPRD Jawa Barat (Jabar) dengan agenda memperingati Hari Jadi Jabar ke-81 digelar di Pasanggrahan Pancarasa Gedung Sate, Bandung, Rabu malam (19/08/2026). Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa.
Buky Wibawa mengatakan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Jawa Barat memiliki banyak sekali maestro-maestro seni dan budaya. “Saya sebagai koordinator tim warisan tak benda yang sudah bekerja hampir 15 tahun, dan berpartner dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, sudah 100 lebih produk warisan tak benda Jawa Barat didaftarkan,” kata Buky.
“Saya menyampaikan ke Pak Gubernur sudah saatnyan pemerintah memperhatikan para maestro seni budaya. Jangan sampai di usia tua mereka masih tertatih-tatih mencari rejeki. Saya meminta kepada Gubernur supaya para maestro digaji oleh negara dan diberi tugas untuk mewariskan pengetahuannya kepada generasi muda, “ tegas Buky.
Selain bidang seni budaya, Ketua DPRD Jawa Barat juga mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat birokrasi yang lebih adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Buky Wibawa menegaskan, pentingnya tata kelola pemerintahan yang mengedepankan prinsip good and clean governance agar dampak pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Di usia Jawa Barat yang ke-81 ini, kita ingin birokrasi semakin bersih, terbuka, dan adaptif. Sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegas Buky Wibawa.
Buky Wibawa menambahkan, penguatan birokrasi harus memfasilitasi pelayanan publik yang mudah diakses, transparan, dan akuntabel. Langkah ini merupakan bagian integral dari pencapaian visi pembangunan Jawa Barat 2025–2029, yaitu Jabar Istimewa, Lembur Diurus, Kota Ditata.
“Memasuki usia ke-81, Jawa Barat harus terus memperkuat birokrasi yang bersih dan adaptif. Penguatan integritas, pemanfaatan teknologi, inovasi, serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama agar pembangunan berjalan optimal,” tambahnya.
Pemerataan Prioritas Pembangunan
Selain penguatan tata kelola birokrasi, Buky Wibawa mengingatkan pentingnya keseimbangan dalam menetapkan skala prioritas pembangunan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur dan perbaikan pelayanan harus sejalan dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Langkah ini penting untuk menjawab tantangan daerah yang masih memerlukan perhatian serius, khususnya penanganan persoalan kemiskinan dan pengangguran di Jawa Barat.
“Pemerintah perlu menyeimbangkan prioritas. Pembangunan fisik dan pelayanan harus dibarengi dengan pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi persoalan kemiskinan dan pengangguran secara efektif,” kata Buky Wibawa.
Penguatan tata kelola pemerintahan dan pengentasan masalah sosial tersebut sejalan dengan misi ketiga dan keempat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Barat 2025–2029.
“Kita ingin birokrasi Jawa Barat hadir memberikan pelayanan terbaik. Langkah penguatan tata kelola ini harus sejalan dan konsisten dengan target pencapaian RPJMD 2025–2029,” pungkasnya.



