BANDUNG, INFOPARLEMEN.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdatul Ulama (BEM PTNU) Jawa Barat (Jabar) ikut mengomentari beberapa kasus pencabulan di Bandung dan Tasikmalaya yang akhir-akhir ini sedang viral di dunia maya.
Dhohir sebagai Presidium Nasional (Presnas) BEM PTNU Jabar meminta dan mendorong pemerintah agar memiliki perhatian lebih dan formulasi baru terhadap kasus asusila ini untuk mencegah terjadinya tindakan asusila di pesantren.
Dikatakan Dhohir, miris sekali mendengar informasi soal tindakan asusila yang dilakukan oleh oknum guru tersebut. Selain keji, oknum guru tersebut telah merusak citra dan nama baik pesantren seluruh polosok nusantara.
“Kami sangat berharap terhadap pemerintah ke depannya agar memiliki formulasi untuk mencegah terjadinya tindakan asusila di pesantren. Jangan malah menutup dan terkesan melindungi sang pelaku,” tegas Dhohir.
Presnas BEM PTNU Jabar ini menambahkan, “Mengingat sangat pentingnya pendidikan pesantren di mata masyarakat, maka dari itu kita harus menjaga nama baik pesantren dari predator seksual.” (Gin Su)



