Relief Karo di Jalan Letjen Jamin Ginting Berastagi Ditutupi Gumpalan Semen

Satu unit mobil melintas di depan relief Karo yang menghiasi Jalan Letjen Jamin Ginting Berastagi yang kini ternoda gumpalan adukan semen. (Foto: Tekwasi)
Satu unit mobil melintas di depan relief Karo yang menghiasi Jalan Letjen Jamin Ginting Berastagi yang kini ternoda gumpalan adukan semen. (Foto: Tekwasi)

KARO, INFOPARLEMEN.COM –  Keindahan relief Karo yang menghiasiJalan Letjen Jamin Ginting Berastagi kini ternoda gumpalan adukan semen. Relief ini persisnya berada di bawah Gereja GBKP Berastagi Kota.  

Relief yang seyogianya menunjukkan keindahan kepada wisatawan tentang budaya kehidupan masyarakat Karo dan sejarah kehidupan masyarakat Karo tempo dulu, kini  tertutup oleh gumpalan-gumpalan adukan semen.

Berdasarkan pantauan InfoParlemen.com di lapangan, efek dari pembangunan tembok penahan tanah yang baru dibangun di atas relief ini mengakibatkan struktur relief menjadi rusak. Tidak hanya itu, cat tembaga yang selama ini mewarnai relief, kini berubah seperti bercak-bercak semen yang berselemak.

Keindahan relief Karo yang menghiasi Jalan Letjen Jamin Ginting Berastagi kini ternoda gumpalan adukan semen. (Foto: Tekwasi)

M Kemit, salah seorang pemerhati pariwisata Karo mengatakan, pembiaran adukan semen yang menutupi relief Karo ini sudah mengurangi keindahan Kota Berastagi sebagai daerah tujuan wisata nasional dan internasional.

Bacaan Lainnya

“Terkait dengan hal ini, perlu kita pertanyakan kinerja Kadis Pariwisata beserta jajarannya yang bertugas menjaga dan memajukan pariwisata di Kabupaten Karo,” tegas Kemit.

Kemit juga mempertanyakan cara Dinas Pariwisata Karo menjaga relief ini. “Rupanya begitu cara mereka menjaganya ya. Apa tidak ada anggaran untuk biaya pemeliharaan relief itu? Atau tidak mau menegur pihak yang mengerjakan bangunan di atasnya?” ungkap Kemit lagi.

Keindahan relief Karo yang menghiasi Jalan Letjen Jamin Ginting Berastagi kini ternoda gumpalan adukan semen. (Foto: Tekwasi)

Dalam hal ini, kata Kemit, Bupati Karo harus menunjukkan sikap tegas terhadap anak buahnya yang kurang peduli terhadap jabatan yang diembannya. “Nampak apa yang  diharapkan Bupati Karo bertolak belakang dengan apa yang terjadi di lapangan,” ujarnya.

Lanjut Kemit menambahkan, Bupati Karo pernah mengatakan supaya pariwisata Karo itu diharapkan bisa menjadi salah satu aspek pemulihan ekonomi di Tanah Karo. “Tapi kenyataannya berbeda, bisa kita lihat sendiri faktanya. Sesuaikah dengan yang diharapkan ibu Bupati Karo? Saya rasa  tidak,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan MB Jaya Harahap, pemerhati dari Majalah GM FKPPI Kabupaten Karo. “Di sini terlihat ketidakpedulian dinas terkait, dan pihak yang membangun bangunan penahan tanah di atasnya. Ini wajah Kota Berastagi. Kenapa dibiarkan, dan saya berharap hal ini segera dibenahilah,” ujar Jaya Harahap. (Penulis: Tekwasi)

Pos terkait