Bupati Karo: Forum TJSL Jadi Wadah Strategis Dukung Kemajuan Daerah dan Desa Terpencil

Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes.

Karo, Infoparlemen.com – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., menegaskan bahwa pelantikan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Kabupaten Karo menjadi momentum penting dalam mendorong kemajuan daerah melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.

Dalam arahannya, Bupati Karo menyampaikan bahwa Forum TJSL diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menghadirkan program-program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam percepatan pembangunan desa terpencil.

“Forum TJSL ini menjadi salah satu harapan kita bersama untuk mendorong kemajuan Kabupaten Karo. Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha, kita ingin memastikan pembangunan dapat dirasakan hingga ke desa terpencil” ujar Bupati Karo.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Bupati Karo menekankan pentingnya optimalisasi peran sektor swasta melalui program TJSL yang terarah dan tepat sasaran, terutama dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan.

Sebelumnya, Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. Dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU/CSR) Kabupaten Karo masa bakti 2026–2031 di Hotel Sibayak Internasional, Berastagi, Sabtu (24/04/2026).

Pelantikan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.
Momentum tersebut sekaligus dimaknai sebagai upaya mengoptimalkan peran dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) agar lebih terarah, terintegrasi, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati Antonius Ginting menekankan pentingnya filosofi “Sada Perarih, Sada Tujuan” (Satu Arah, Satu Tujuan) sebagai fondasi utama dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta.

Menurutnya, pembangunan Kabupaten Karo tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat dan berkesinambungan dari seluruh pemangku kepentingan.

“Membangun Kabupaten Karo tidak bisa dilakukan sendiri. Sinergi ini adalah kunci untuk mewujudkan Karo yang berbudaya, modern, sejahtera, dan unggul menuju Indonesia Emas,” ujar Bupati.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Forum TJSLBU/CSR tidak boleh sekadar menjadi wadah formalitas, melainkan harus menjadi jembatan dalam mengintegrasikan program CSR perusahaan agar lebih tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Pos terkait